0

Malam ini..

Saya habiskan waktu untuk membaca buku ke-2, tentang (penyelesaian) konflik di Poso dan Ambon. (Semoga esok paginya, saya tidak bangun kesiangan).



Saudara2ku,

Tahukah saudara, mengapa saya sprint membaca buku-buku bertema konflik di Poso dan Ambon?



Tentunya, bukan bermaksud untuk membuka luka lama, namun sekedar ingin mengambil pelajaran, betapa untuk meletakan sebuah kata bernama DAMAI, dibutuhkan pengorbanan dan komitmen bersama antara kedua belah pihak yg saling bertikai.



Pengorbanan dan komitmen untuk bersama-sama merendahkan hati dan menundukan kepala...



Mengapa yang saya jadikan acuan adalah konflik di Poso dan Ambon? Bukan konflik di Aceh atau Papua?



Alasannya adalah, karena kedua konflik itu sarat dengan argumentasi yang menjadikan agama sebagai legitimasi untuk saling menghancurkan.



Padahal yg terjadi adalah sebaliknya. Betapa perilaku yang saling menghancurkan itu, justru merusak dan memporak-porandakan nilai-nilai keTuhanan yang dianut.



Saudara2ku,

Tidak perlu saya jabarkan lagi secara rinci, apa maksud saya menulis bait2 pikiran ini disini. Saya yakin kalian semua, sudah cukup pintar untuk meraba apa maksud saya.



Saat ini, bara sudah terlanjur mulai dijentikan kembali, dan dipelihara oleh siapa pun yang ingin menuai api atas nama Tuhan dan atas nama kemanusiaan.



Padahal,

Apakah Tuhan rela dicatut nama-NYA?

Apakah seluruh manusia di bumi ini ikhlas dijadikan alasan untuk menistakan?



Hanya hati dan jiwa besar saja yang mampu memadamkannya.

Hanya iman dan ketakwaan saja yang sanggup meredamnya.



Hanya hasrat yang menggebu untuk menjadikan bangsa ini tetap bernama INDONESIA saja, yang bisa menghentikan anak-anak bangsa saling berhadapan.



Bara ini harus segera dipadamkan..

KeTuhanan dan kemanusiaan tidak dapat diperjuangkan dengan jalan menjadikan bara itu menjadi api.



Dosa kita semua, jika membiarkan bara menjadi api ...



tepi malam,

060110, 23:30 wib



Dikirim pada 09 Januari 2010 di Uncategories
Profile

Easy Going More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.079.257 kali


connect with ABATASA